Ada sebuah buku yang mendeskripsikan konsep kedewasaan sebagai “kerelaan untuk tetap melakukan sesuatu yang harus dilakukan meskipun itu adalah sesuatu yang paling dibenci untuk dilakukan”. Beberapa saat yang lalu seorang sahabat mengatakan kepada saya sesuatu yang sebelumnya pernah dikatakan oleh ayahnya. Dia berkata seperti ini “perlakukan sesuatu yang tidak kamu senangi dengan sedemikian telatennya, maka lama-kelamaan kamu akan menyenanginya juga”.
Dalam film yang berjudul The Pursuit of Happiness, Chris, seorang pemeran utama dalam film itu, dia memberikan suatu pelajaran yang teramat sangat penting pada puteranya. Kira-kira dia mengatakan demikian “ketika kamu menginginkan sesuatu, maka segeralah mendapatkannya… titik. Jangan biarkan orang lain mengatakan bahwa kamu tidak mampu untuk mendapatkannya”. Dalam buku-buku tulisan Robert T Kiyosaki, banyak sekali anjuran untuk tidak menyerah dan terus menerus berjuang untuk mendapatkan semua yang kita inginkan. Dalam buku The Secret, kita dianjurkan untuk percaya seratus persen dengan segala sesuatu yang kita inginkan. Kita bebas… bebas sebebas-bebasnya untuk menentukan keingingan apapun yang ingin kita capai.
Saya bingunggggg….! Saya bingung untuk mempelajari dan mempercayai ide-ide itu, semuanya masuk akal bagi saya, semuanya juga tidak masuk akal buat saya. Ada seorang kawan yang mengatakan “buat apalah bingung-bingung, abaikan ide-ide itu dan lanjutkan hidupmu apa adanya”. Sejujurnya saya ingin sekali seperti itu, namun tidak… tidak kawan, saya tidak bisa seperti itu. Saya selalu iri dengan orang-orang seperti kamu yang dapat melakukan apapun dengan tenang, dan saya selalu kecewa dengan kedua tangan saya yang tidak mau digerakan untuk melakukan apapun sebelum hati saya babak belur diombang-ambing oleh pikiran-pikiran saya sendiri. Saya sudah berusaha bersusah payah untuk mengontrol diri saya sendiri, namun sejauh ini saya gagal dan saya menyesal.
Ide pertama serasa begitu realistis dan cocok diejawantahkan dalam kenyataan dan kehidupan sehari-hari, namun ide ini juga serasa terlalu menyerah. Ide ke dua… berapi-api, menggebu-gebu, bersemangat dan membuat seseorang berenergi, namun seringkali bertabrakan dengan kenyataan dan dipatahkan oleh kata-kata murahan seperti “tidak mungkin”.
Saya beranggapan bahwa saya harus memilih diantara yang dua itu dan sepertinya memang setiap orang harus memilih jika orang tersebut ingin berhasil dalam hidupnya. Jika saya diharuskan untuk memilih maka sejujurnya saya akan suka dengan ide bermimpi tentang kebebasan… yaitu bebas untuk berpikir dan bebas untuk menjadi diri sendiri. Namun kenyataannya saya adalah orang lemah yang tidak dapat mengontrol diri sehingga selalu terjebak dalam ketakutan untuk mengambil suatu pilihan.
Tempe…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar