Kamis, 19 Maret 2009

Thanks Bro... I will never forget you...

Memang dasar mesin diesel rusak, kerjaannya hanya rewel dan rewel. Sulit sekali menjalani hidup dengan mental tempe dan kere… dikit-dikit mengeluh, dikit-dikit minta keringanan. Maunya sih berjuang dan menikmati sensasi akan perjuangan seperti “teman-teman” yang lain. Dan kalau mesin diesel itu rewel, maka dia hanya akan meraung-raung dan mengeluarkan asap hitam… keras sekali suaranya hingga orang satu kampung mendengar suaranya, tapi minim tenaga… alias ngomong doang. Biasanya sih kalau mesin diesel sudah rewel seperti ini, maka hanya seorang mekanik terampil yang bisa membetulkannya.

Beberapa hari yang lalu saya berada dalam suatu masalah biasa, masalah yang tidak berat-berat amat, masalah yang dialami oleh semua orang. Seperti biasa-biasanya, perasaan emosional mengontrol kesadaran pribadi, sehingga saya berada dalam keadaan sedih yang mendalam dan membuat saya kacau. Meskipun secara teknis saya selalu menyelesaikan dengan baik dan maksimal semua tugas-tugas saya, namun dalam prosesnya saya tidak pernah mengerjakannya dengan sepenuh hati. Pikiran saya di tempat lain, bukan di tempat kerja saya, bahkan bukan di Indonesia… hal itu tidak membuat keseriusan saya dalam bekerja menjadi berkurang, namun jelas sekali mengurangi cita rasa perjuangan. Seringkali saya menyesali hal ini, namun saya benar-benar kehilangan kontrol. Saya malu mengakui ini.

Dan dalam keadaan kalut seperti itu, ketika mesin diesel dalam keadaan rewel seperti itu, seorang mekanik datang… seorang saudara mendatangi saya. Mekanik itu memberikan sentuhan-sentuhan profesional dan berhasil memaksa mesin diesel itu bisa berlari lagi. Seorang saudara datang memberikan sentuhan dan keikhlasannya untuk mendorong saya bersemangat untuk mencapai cita-cita saya. Harus diakui bahwa saya sudah sangat patah arang, mungkin saya tidak menyadarinya, atau bahkan tidak mau menyadarinya, dan berpura-pura membohongi diri sendiri bahwa cita-cita itu masih menjadi prioritas utama. Namun apa yang saya lakukan sepertinya hanya melayang-layang bebas di dalam mimpi… tidak mau bangun dan bekerja untuk membuat impian itu tewujud.

Saudara saya itu menarik saya kebawah untuk menapak bumi kembali, menyiram saya dengan air dingin ketika saya sedang nyaman meringkuk hangat diatas ranjang saya. Sebenarnya ego saya sangat terusik karena dia melakukan itu, namun tidak lama kemudian saya menjadi sangat terharu karena yang dia lakukan adalah suatu keikhlasan dan dukungan yang tidak pernah saya dapatkan dari lain orang. Dia berkata kepada saya tentang banyak hal… namun yang terdengar di telinga saya adalah “bangunlah… raih semua mimpimu di dunia nyata, jadilah proaktif”.

Apa yang dia lakukan adalah suatu yang sangat berarti bagi saya. Seorang gembel Kalahari telah ditolong dan dituntun oleh seseorang berjiwa lembut menuju oasis, sehingga dia mampu melanjutkan lagi perjalanannya untuk mencapai tujuan hidupnya yang tidak seberapa penting.

Bagaimana seorang mekanik tersebut tahu bahwa mesin diesel itu sedang rewel, dan mengapa dia mau bersusah payah memperbaikinya?

Thanks Bro… I will never forget what you have done to me?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar